Senin, 30 November 2020

6 Tips Keuangan dalam Menghadapi Krisis Rumah Tangga

Faktanya meskipun ada banyak orang yang memiliki pekerjaan dengan penghasilan tetap, bahkan dalam nominal yang terbilang besar. 


Namun tetap saja dapat tertimpa krisis keuangan dalam rumah tangga. Faktor penyebabnya juga sangat beragam, mulai diantaranya adalah pengeluaran yang melebihi income, terlalu banyak gaya dan sebagainya. 


Namun tidak perlu khawatir, mengingat tetap ada cara yang dapat dilakukan untuk keluar dari belenggu tersebut. Tentunya dengan tips keuangan yang tepat.



6 Tips Keuangan dalam Menghadapi Krisis Rumah Tangga


Di dalam rumah tangga pada dasarnya krisis ini adalah hal yang umum terjadi. Hanya saja jika tak kunjung diselesaikan maka hal ini dapat memicu masalah yang kian pelik. 


Termasuk diantaranya adalah perceraian. Ada banyak pasangan muda yang memutuskan berpisah dikarenakan hal tersebut. 


Jangan sampai hal ini menimpa keluarga Anda. Untuk itu segera selesaikan sebelum bertambah parah. Lalu bagaimana caranya?, berikut ini yang patut Anda ketahui, yaitu:

 

1. Ketahui sumber krisis tersebut, seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa faktor yang memicu terjadinya krisis ini memang berbeda-beda. 


Akan sulit menyelesaikannya jika tidak diketahui secara pasti apa sumbernya. Itulah mengapa hendaknya Anda harus melakukan evaluasi, mengidentifikasi diantara faktor yang kemungkinan besar menyebabkan krisis di dalam rumah tangga Anda tersebut, apakah karena gaji yang turun, terkena PHK, usaha bangkrut dan sejenisnya.

2. Membuat budget plan, selanjutnya yang dapat dilakukan adalah dengan membuat budget plan. Perencanaan keuangan harus dilakukan secara tepat, sebelumnya harus dilakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap kondisi keuangan saat ini yang tengah bermasalah, selanjutnya bisa dibuat anggaran yang baru, apa saja yang masuk dalam kebutuhan pokok, disusul dengan jenis kebutuhan tersier sampai dengan jenis kebutuhan lainnya yang tidak begitu penting, karena nantinya inilah yang dapat dipangkas untuk mengurangi pengeluaran.

3. Memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan pokok, kunci penting dalam pembuatan anggaran belanja yang baru adalah dengan memprioritaskan kebutuhan pokok terlebih dahulu, asalkan kebutuhan pokok sudah terpenuhi, maka tidak masalah, jenis kebutuhan yang lain bisa menyusul atau bahkan dikurangi. 


Apalagi jika seandainya sumber krisis ini sebenarnya dipicu dari penghasilan yang turun, Anda bisa fokus pada kebutuhan pokok ini terlebih dahulu.

4. Stop menggunakan kartu kredit, langkah selanjutnya adalah dengan menghentikan pemakaian kartu kredit. Dengan adanya kartu pembayaran ini memang membuat kehidupan terasa sangat mudah, dimana Anda bisa membeli apapun dan pembayaran dilakukan hanya dengan menggesek, namun selalu berujung pada harga yang lebih mahal karena disertai dengan suku bunga, pembayaran dilakukan di akhir namun sering kali berdampak pada pengeluaran yang cukup besar. Jika keuangan masih bermasalah maka jangan ambil resiko dengan pemakaian kartu kredit ini.

5. Cari cara untuk menghasilkan income tambahan, selanjutnya Anda dapat mengusahakan agar bisa dapat penghasilan tambahan, entah itu dengan cara bekerja secara freelance, mencoba bisnis sampingan atau yang lainnya. 


Cara ini dapat Anda lakukan untuk mempercepat pemulihan krisis, karena sumber keuangan yang diterima tak hanya satu, melainkan ada penghasilan sampingan juga.

6. Menjaga kesehatan, sepele namun sangat penting, mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk berobat juga tak bisa dikatakan sedikit. 


Apalagi jika seandainya Anda tidak memiliki asuransi, ketika penyakit datang mau tak mau harus berobat, pekerjaan juga akan terganggu.

 

Itulah diantaranya tips keuangan yang dapat Anda tempuh jika sedang mengalami krisis finansial dalam rumah tangga.


EmoticonEmoticon