Selasa, 18 Agustus 2020

Tips Manajemen Risiko Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang besar bagi para pelaku bisnis di Indonesia. Salah satu dampaknya adalah perubahan perilaku konsumen dan kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi ini. Hampir semua sektor bisnis mengalami dampak dari adanya pandemi Covid-19. Tidak heran banyak pelaku bisnis yang gulung tikar atau merumahkan banyak karyawan agar bisnisnya tetap bertahan.

Tips Manajemen Risiko Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19


Bagi para pelaku bisnis yang ingin terus bertahan, terutama di tengah pandemi Covid-19 ini, melakukan manajemen risiko secara menyeluruh sangat dibutuhkan. Sangat penting untuk mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang dapat terjadi guna mengurangi serta merumuskan strategi dalam menghadapai potensi kerugian akibat risiko bisnis. Strategi manajemen risiko yang dapat dilakukan para pelaku bisnis adalah sebagai berikut.

Risk Control

Ini merupakan upaya untuk mengurangi dampak dari risiko yang kemungkinan terjadi. Para pelaku bisnis dapat melakukan kontrol risiko dengan cara membuat dan mengimplementasikan standart operating procedure (SOP) secara baik. Selain itu, perusahaan juga harus serius dalam menjaga kualitas produk dan menjaga area produksi dengan alat keselamatan kerja yang dibutuhkan. Pihak perusahaan juga harus membuat budaya sadar risiko pada seluruh karyawan.

Risk Retention

Ini merupakan strategi dalam manajemen risiko yang dilakukan dengan upaya mendanai dampak dari risiko yang kemungkinan terjadi. Upaya yang dilakukan adalah dengan menyiapkan dana cadangan (allowance) untuk dampak risiko. Dana cadangan tersebut nantinya dipakai untuk membiayai kebutuhan yang tidak terduga akibat dari risiko yang muncul seperti terjadi kebakaran di toko atau tempat usaha.

Risk Avoidance

Ini merupakan upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk menghindari risiko yang muncul. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan potensi keuntungan dan kerugian yang diakibatkan oleh suatu aktivitas. Meski demikian, perusahaan juga harus paham bahwa apabila terlalu sering melakukan risk avoidance, ini dapat berdampak pada lambatnya perkembangan usaha. Untuk itu, pengelolaan risiko harus dipilih dan dilakukan dengan bijak dengan berbagai pertimbangan.

Risk Transfer

Ini merupakan upaya yang dilakukan dengan cara mengalihkan risiko kepada pihak lain. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pembelian asuransi. Dengan pembelian asuransi tersebut maka risiko akan dialihkan ke perusahaan asuransi.

Dalam kondisi pandemi seperti ini, melakukan review atas kondisi kegiatan bisnis menjadi hal yang penting. Selain itu, apabila diperlukan maka dapat membuat perubahan untuk berdaptasi dengan kondisi lingkungan termasuk dengan meminimalkan pengeluaran.

Melakukan manajemen risiko dapat dilakukan dengan bantuan layanan broker asuransi seperti Marsh Indonesia yang dapat membantu perusahaan dalam melakukan identifikasi risiko, melakukan analisa risiko, serta memberikan masukkan untuk mengatasi risiko tersebut. Selain itu, Marsh yang telah berpengalaman membantu ribuan perusahaan juga membantu untuk memberikan solusi jenis asuransi yang sesuai dengan risiko bisnis dan kebutuhan.

 

Source :

https://portal-ilmu.com/strategi-pengelolaan-risiko-dalam-kegiatan-bisnis/


EmoticonEmoticon