Kamis, 14 Maret 2019

Pentingnya Perlindungan Cyber Risk pada Perusahaan Sektor Keuangan

Pengelolaan perusahaan sektor keuangan kini semakin praktis karena didukung oleh kecanggihan teknologi. Di sisi lain, hal tersebut justru menyebabkan peningkatan risiko serangan cyber yang berbahaya.

Pentingnya Perlindungan Cyber Risk pada Perusahaan Sektor Keuangan


Berdasarkan survei yang dilakukan Cisco pada tahun 2018, sebanyak 67% perusahaan Indonesia kerap mendapatkan serangan cyber. Sayangnya, mayoritas perusahaan tersebut tidak menanggapi lebih dari setengah serangan cyber yang diterima. Padahal, ancaman cyber dapat menyerang perusahaan apapun terlepas dari sektor bisnis yang dijalankan perusahaan tersebut. Perusahaan sektor keuangan, menjadi salah satu sektor yang paling berbahaya karena punya peran besar terhadap perekonomian suatu negara.

Mengapa Perusahaan Keuangan Rentan Mengalami Ancaman Cyber?

Perusahaan sektor keuangan memang paling rentan mengalami ancaman cyber. Karena perusahaan tersebut menyimpan banyak data tentang informasi keuangan bisnis maupun pribadi milik para konsumen.

Peretasan (hacking) dan bentuk ancaman cyber lainnya ditujukan untuk mencuri data-data penting dan menyalahgunakannya. Sistem peretasan yang canggih dilakukan secara multi-channel untuk menerobos celah keamanan perusahaan yang lemah. Akibatnya, perusahaan keuangan akan mengalami kehilangan data bahkan bisa mengalami kerugian besar.

Dampak Serangan Cyber terhadap Perusahaan Keuangan

Beberapa dampak merugkan ini akan dialami perusahaan keuangan yang mengalami serangan cyber:


  • Kerugian material akibat pencurian data-data penting.
  • Kehilangan kepercayaan dan loyalitas konsumen.
  • Reputasi memburuk di mata masyarakat.
  • Menanggung biaya besar untuk proses perbaikan celah keamanan.


Perusahaan Indonesia Rentan Mengalami Serangan Cyber

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia menyatakan bahwa Indonesia termasuk dalam 10 besar negara yang rentan mengalami serangan cyber di dunia. Risiko serangan tersebut meningkat dari dua sisi, yaitu frekuensi dan intensitas.

Sektor perbankan patut mendapat perhatian khusus karena menyimpan data-data keuangan dalam jumlah besar. Serangan cyber yang melemahkan sektor perbankan jelas akan mendatangkan kerugian besar dan mempengaruhi sektor-sektor penting lainnya.

Kini. Marsh Indonesia hadir sebagai solusi tepat bagi sektor perbankan tanah air dengan asuransi perbankan yang memberikan manfaat proteksi maksimal. Risiko serangan cyber yang mengintai keamanan perbankan harus diatasi melalui proteksi asuransi dengan manfaat yang tepat.

Kombinasi antara celah keamanan perusahaan yang ketat dan asuransi perbankan akan memberikan jaminan keamanan yang lebih baik bagi perusahaan perbankan. Sehingga sektor perbankan bisa meningkatkan fokus untuk mengembangkan kualitas pelayanan bagi masyarakat Indonesia tanpa terganggu dengan ancaman cyber yang merugikan.


EmoticonEmoticon