Rabu, 17 Oktober 2018

Waspada, Jangan Sentuh 6 Bagian Tubuh Ini dengan Tangan

Coba anda bayangkan tubuh anda seperti candi, anda memang bebas memperlakukannya, tapi tetap ada titik yang “suci” yang tidak semestinya anda bisa sentuh dengan tangan telanjang.

Waspada, Jangan Sentuh 6 Bagian Tubuh Ini dengan Tangan

Bukan hal baru, jika riset kerap mengungkapkan, bahwa telapak tangan manusia memainkan peran penting dalam transmisi kuman. Bahkan, setelah anda mencuci tangan pun, telapak dan jari tangan masih bisa terkontaminasi kuman dari lingkungan sekitar,”kata associate professor dari  Zuckerman College Public Health Universitas Arizona, Kelly Reynolds.

Hal itu semakin memburuk jika anda juga jarang memotong kuku di jari-jari tangan anda. Riset dari Universitas Nebraska mengungkapkan, seseorang yang menggunakan cincin atau tetap mempertahankan kuku jari 2 mm atau lebih panjang lebih berpotensi membawa lebih banyak mikroba.

Artikel Pilihan editor : 

8 Manfaat Rileksasi Tubuh Dan Pikiran Untuk Kesehatan

Manfaat Timun Suri Segar Menyehatkan

Suplemen Kedelai Belum Berhasil Mencegah Kanker Prostat

Agar Rambut Pria Terlihat Makin Rapi Dan Sopan

Singkirkan Kebiasaan Buruk Biar Tambah Ganteng

“Cara paling mudah , semakin anda rajin mencuci tangan, maka semakin baik pula kesehatan anda,”kata Kepala Divisi Penyakit Infeksi Universitas Nebraska, Mark E Rupp, MD.

Langkah berikutnya, anda juga perlu menjaga beberapa bagian tubuh anda dari sentuhan tangan sebisa mungkin. Di mana saja bagian tubuh yang “sakral” itu? Berikut daftarnya;

kanal telinga

Salah satu bagian tubuh yang tidak dianjurkan untuk menyentuhnya dengan tangan adalah kanal atau lubang telinga. “Memasukkan apa pun ke dalam kanal telinga dapat merobek kulit tipis yang menyelimutinya,”kata profesor John K Niparko, MD.

Jika anda mengalami kegatalan di kanal telinga, silahkan langsung kunjungi ahli THT daripada anda mengorek-ngorek sendiri. Seorang ahli THT, nantinya akan mencoba melihat permasalahannya, apakah adanya akumulasi kotoran, eksim kulit, atau infeksi (terjadi saat renang), atau sebagainya.

Wajah

Anda dapat menggunakan tangan anda saat membersihkan wajah atau mengaplikasikan krim perawatan kulit. Namun, selebihnya anda dianjurkan menjauhkan tangan anda dari wajah. Ketika, tanpa anda sadari tangan anda banyak dipenuhi kuman, lalu tanpa anda sadari pula, kuman tersebut tertransfer ke bagian wajah anda, seperti dahi, pipi, dan hidung jika anda kerap menyentuhnya. Jari-jari tangan yang dipenuhi minyak juga bisa menghalangi komedo, kata dermatolog Adnan Nasir, MD.

Bokong

Hanya sekedar mengusap atau membersihkan, masih oke, namun waspadalah karena bagian anus terdapat bakteri yang bisa saja membahayakan,”kata Direktur Medis di Klinik Harborview Medical Center Jared W Klein, MD, PhD. Maka, setelah anda buang air besar atau kecil, lalu anda membersihkan bagian tersebut, pastikan anda mencuci tangan dengan bersih kembali.

Mata

Sebelum anda benar-benar mencuci tangan dengan bersih beserta lensa kontak sebelum atau setelah menggunakannya, maka jauhkan tangan anda dari bagian mata. Kuman dapat dengan mudah mengenai mata, bahkan dapat menyebabkan masalah mata merah hingga infeksi yang mengerikan. Ikuti, aturan mudah ini, “jangan sentuh dan menguceknya”. Jika anda mengalami masalah gatal, kering, atau ketidaknyamanan akibat pemakaian lensa kontak, maka lebih baik bicarakan pada dokter anda segera.

Mulut

Riset terbaru dari UK menemukan, bahwa orang-orang yang mengalami kebosanan saat bekerja biasa menaruh jari-jari mereka di sekitar mulut sebanyak rata-rata 23,6 kali per jam. Dan, mereka terus melakukannya 6,3 kali setiap jam ketika mereka sedang sibuk pun. Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Microbiology, sepertiga kuman bisa ditransger dari jari ke mulut.

Bagian dalam hidung

Wah, mungkin hal ini hampir dilakukan setiap orang ya ;D Tapi, para praktisi kesehatan menyarankan “berhentilah mencari harta karun”. Dalam studi tentang telinga, hidung dan tenggorokan tahun 2006, yang dipublikasikan dalam Journal Infection Control and Hospital Epidemiology, para “pengupil” ini mengalami 51 persen pembawa bakteri Staphylococcus aureus ke dalam bagian hidung mereka dibanding yang tidak. Hmmm masih berani?


EmoticonEmoticon