Selasa, 02 Oktober 2018

Masyarakat Sekarang Memang Lebih Cuek Karena Teknologi

Gadget atau perangkat teknologi memang memudahkan banyak hal. Mulai dari hanya sekadar berkirim pesan, menelepon, hingga transfer kiriman uang bisa dengan mudah dilakukan dengan gadget. Ibaratnya, dunia sudah ada dalam genggaman tangan.

Masyarakat Sekarang Memang Lebih Cuek Karena Teknologi

Namun, seperti halnya pisau, gadget juga memiliki dua sisi. Di satu sisi bisa memberi begitu banyak manfaat, sementara di sisi lain, bisa menimbulkan masalah bila tidak pintar-pintar menggunakannya. Ada yang mengatakan kalau gadget malah menjauhkan yang dekat dan membuat mereka menjadi cuek dengan lingkungan alias menjadi antisosial.

Sebenarnya, kesalahan memang tidak bisa sepenuhnya ditimpakan pada perangkat teknologi atau gadget. Faktanya, menurut Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si., masyarakat saat ini sudah berkembang sebagai masyarakat yang semakin cuek dan tidak peduli dengan orang lain. Bahkan semakin berusaha menjauh dari orang lain.

Psikolog yang berpraktik di Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI ini kemudian mencontohkan berbagai macam perkembangan teknologi yang menjauhkan diri dari masyarakat. Kehadiran anjungan tunai mandiri (ATM) atau internet banking misalnya.

Sebelum muncul ATM, saat akan mengambil uang, setiap orang mesti datang ke bank dan berinteraksi langsung dengan teller. Sekarang tidak perlu lagi. Bahkan menyetor uang pun bisa dilakukan melalui ATM.

Kehadiran jejaring sosial juga membuat seseorang tidak perlu bertemu secara langsung dengan orang lain. Berbagai macam teknologi jaman sekarang pun didesain membuat praktis dan menjauhkan kita dari interaksi.

“Jadi tidak bisa disalahkan dari teknologi yang terpegang oleh tangan. Gadget itu bukan penyebab tetapi juga akibat. Hubungannya sebab akibat,” lanjut psikolog yang kerap disapa Nina ini.

Misalnya saja, karena keasyikan dengan perangkat teknologi seseorang bisa tidak punya perhatian dengan orang lain atau sebaliknya. Gara-gara tidak mau memperhatikan atau menghindari orang lain, seseorang akan melarikan dirinya ke gadget yang dimiliki.

Kondisi ini dilihat Nina memang sangat berbeda dengan beberapa waktu silam. Dulu, orang terbiasa berkenalan saat berada di area publik. Katakanlah saat di bis, kereta api, atau saat mengantri. Sehingga tak heran kalau banyak cerita romantis bermunculan di masa itu. Orang jatuh cinta dan akhirnya menikah gara-gara berkenalan di bis atau kereta.

“Sekarang, apa yang kita sering katakan kepada anak? Jangan berbicara dengan orang yang tidak dikenal. Salah satunya untuk menjaga keamanan juga,” ujar Nina lagi.

Semakin sering kalimat ini diutarakan, maka orang menjadi enggan untuk mengobrol satu sama lain. Walhasil, masyarakat berusaha membuat jarak. Salah satunya, ya dengan melarikan diri ke gadget yang dipunyai. Begitu seseorang melarikan diri terhadap gadgetnya, semakin jauhlah mereka dengan lingkungan.

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon